Digital Farming Buat Petani Lebih Efektif dan Efisien

Daerah53 Views

Belitung Timur,- Kelompok Tani Bina Tani Danau Nujau Desa Gantung Kecamatan Gantung menerima bantuan Program Demontrasi Plot (demplot) digital farming dari Bank Indonesia Perwakilan Kepulauan Bangka-Belitung. Alat senilai Rp114 juta ini akan membuat kerja dan hasil petani cabai lebih efektif dan efisien. 

Bantuan yang baru terpasang sejak dua minggu lalu ini diujicobakan di atas lahan seluas 5.000 meter persegi. Bantuan dan teknologi ini merupakan yang pertama dan satu-satunya di Pulau Belitung.
 
Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Beltim Heryanto, melalui Koordinator Balai Penyuluh Pertanian Kecamatan Gantung, Andri Taruna Praja mengatakan bantuan demplot digital farming ini untuk meningkatkan pengetahuan petani dalam teknologi budidaya cabe, terutama cabai keriting. Di dalamnya sudah menerapkan inovasi pertanian moderen, digital era 4.0.


 
“Pakai sentuhan teknologi, pemupukannya sudah secara otomatis, mengunakan pupuk AB mix. Terus sistem penyiramannya dengan teknologi  drip, di mana penyiraman langsung ke bedengan tanaman sehingga air dan pupuk langsung ke sasaran,” kata Andri, saat ditemui di Demplot Program digital farming, Danau Nujau, Desa Gantung, Selasa (24/10/23).

Dengan teknologi digital farming ini penggunaan pupuk dan air akan lebih efisien. Petani juga tak butuh waktu lama dan banyak tenaga. Bahkan pengoperasiannya cukup dengan menggunakan telepon pintar (smart phone).
  
 “Ada pengukur kelembaban tanah juga, lewat smart phone kelembaban tanah bisa langsung diketahui petani. Pengoperasiannya selama 5 bulan ini masih didampingi oleh konsultan dari Habibi Garden,” ungkap Andri. 
Meski masih tahap uji coba, dalam kurun dua bulan sudah akan bisa dilihat hasilnya, baik dari segi pemangkasan biaya, waktu, pupuk dan tenaga kerja. Bahkan Andri mengkalim hasil panenan petani cabai juga akan lebih maksimal. 

“Harapannya semoga dengan sentuhan teknologi petani akan lebih sadar. Bertani bisa lebih hemat biaya, lebih cerdas dengan menerapkan good agriculture practice, sehingga harga pokok produksi dapat ditekan, namun dengan hasil panenan lebih maksimal,” ujar Andri. (*)