Menteri BUMN Dorong Holding Pangan Memperkuat Digitalisasi dan Inovasi

BUMN, Nasional20 views

JAKARTA. Grand Lounching Holding BUMN Pangan ID Food dibuka hari ini, di Musium Kota Tua Jakarta, Rabu (12/1/2020). Acara dihadiri Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir dan Menteri Perdagangan (Mendag) Muhammad Lutfi.

Menteri BUMN Erick Thohir mengatakan, kehadiran holding pangan merupakan upaya pemerintah dalam menciptakan ekosistem mumpuni di tengah tekanan yang terjadi saat ini. “Hari ini kita mengetahui dunia sedang mengalami semua tekanan, termasuk Indonesia,” ujar Erick.

Erick menyebut, tiga tekanan yang tengah dialami Indonesia yakni ketidakpastian rantai pasok, disrupsi digital dan inovasi, serta tekanan pada sektor kesehatan. Erick mencontohkan harga kelapa sawit yang tinggi memang menguntungkan Indonesia, tapi di sisi lain membuat gundah ibu-ibu. Pun dengan bahan baku pupuk yang naik hingga tiga kali lipat.

“Artinya ada tekanan yang akan kita hadapi ini juga di 2022. Itu lah yang terjadi saat ini,” ucap Erick.

Erick mendorong holding pangan memperkuat digitalisasi dan inovasi ini agar bisa bersaing dengan negara lain. Erick tak ingin produk pangan Indonesia terus tertinggal dari negara tetangga.

“Berdasarkan riset teknologi, kita masih terjebak supply demand, masih terjebak kepada ketidakberpihakan kita kepada petani, sedangkan negara tetangga sudah punya produk-produk unggul,” ungkap Erick.

Sejak awal, Erick selalu meminta BUMN memiliki roadmap atau peta jalan sendiri untuk kemandirian pangan nasional. Erick menilai keberadaan peta jalan akan memperkuat ekosistem dan daya saing produk pangan BUMN.

“Saya menekankan kita harus punya ekosistem kita sendiri, kita harus punya roadmap Indonesia, bukan roadmap China, bukan roadmap Amerika,” lanjut Erick.

Menurut Erick, Indonesia hanya akan selalu menjadi pangsa pasar bagi produk pangan negara lain jika tidak membenahi ekosistem pangan dalam negeri.

“Negara kita berbeda dengan negara lain, kalau kita tidak memperbaiki ekosistem kita, roadmap kita, market kita tentu akan kalah dengan ekosistem negara lain yang melihat Indonesia hanya sebagai market,”pungkas Erick. (yo).

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *