Kenyangkan Dulu “RAKYAT” Mu

Opini50 Views

Penulis : Jacobus K. Mayong Padang (mantan anggota DPR RI FPDIP periode 2009

Sepenggal kalimat yang harus menjadi cambuk untuk merem kerakusan sebagian ( maaf tidak semua tau ) pejabat di tengah berjuta-juta RAKYAT yang hidup tertatih2 dalam kemiskinan.

Spirit untuk memperbaiki kehidupan/ membebas RAKYAT dari kemiskinanlah yang memecut emosi Bung Karno untuk memerdekakan bangsa ini ( baca Indonesia Menggugat, pledoi Bung Karno dkk).

Saya membiasakan menulis RAKYAT dengan huruf kapital untuk memberi makna RAKYAT adalah komponen penting dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Karena itu harus mendapat perhatian serius, tidak hanya saat pemilu kata Prof Lawang, guru besar sosiologi politik UI pada suatu kesempatan menguji disertasi seorang mahasiswa.

Sayang, laku bijak, populis luar biasa sang khalifah juga para filsuf, pejuang dan pemimpin yang legend sering kali hanya ada di mimbar-mimbar agama, hanya jadi bumbu pidato/ sambutan agar dapat tepukan tangan. Begitu juga di ruang seminar agar terhitung berbobot, dan sudah pasti di panggung-panggung kampanye agar jadi perbincangan benar-benar peduli RAKYAT. Nanun pada kenyataan umum ( sekali lagi tidak semua ) mereka yang memenangkan pertarungan justru malah berburu kenikmatan belaka.

Maka nalar waras pasti tersentak kaget mendengar ada pejabat memiliki rumah untuk istrahat siang saja yang dikontrak seharga Rp 650.000.000. Jadi kalau yang bersangkutan merasa lelah dengan kerjaan berat, tidaklah cukup untuk memejamkan mata saja di kursi yang sudah dipilihkan yang amat bagus. Ia butuh baring di rumah dengan kontrak Rp 650.000.000. Itu sama dengan nilai sewa 1, 3 juta warga di sejumlah gang-gang sempit di berbagai perkotaan, yakni sewa Rp.500.000/ bulan untuk sebuah kamar lengkap.

Lengkap artinya satu ruangan sudah lengkap jadi ruang makan, ruang tamu,ruang tidur.
Kenikmatanlah yang harus menjadi keutamaan.
Berjarak amat jauh dari pesan bung Hatta sang proklamator, satu di antara bapak bangsa yang memilih “puasa kenikmatan” sampai akhir hayatnya. Pesan beliau; ” kepada barang siapa yang hendak menceburkan diri ke dalam kehidupan RAKYAT, pastilah hidupnya tidak senang.