Majelis GAZA Susun Blueprint Dunia 2026–2030 Guna Antisipasi Umat Hadapi Perubahan Tatanan Dunia

JAKARTA — Majelis GAZA menyusun dokumen bertajuk Blueprint & Roadmap Dunia 2026–2030 Berbasis Mimpi Benar Dari Allah sebagai kajian strategis untuk membaca arah perubahan global dan membangun kesiapan umat menghadapi kemungkinan krisis dunia.

Dokumen setebal 246 halaman itu disebut sebagai resume dari risalah lengkap lebih dari 1.500 halaman yang disusun pada 2026. Dalam pengantarnya, Majelis GAZA menjelaskan bahwa risalah tersebut dibuat sebagai dokumen strategis untuk kajian, diskusi, dan pertimbangan para pemangku kepentingan dalam membaca arah disrupsi global serta menyusun ketahanan umat dan bangsa.

Majelis GAZA menyebut pendekatan yang digunakan bertumpu pada Al-Qur’an dan hadits, serta diperkuat oleh pola mimpi yang mereka kategorikan sebagai ru’ya shadiqah atau mimpi benar. Namun demikian, mereka menegaskan bahwa mimpi tidak dijadikan sumber hukum, melainkan sebatas isyarat dan bahan analisis.

Dalam dokumen tersebut, Majelis GAZA memetakan kemungkinan tahapan perubahan dunia pada periode 2026 hingga 2030. Mereka memperkirakan 2026–2027 sebagai awal disrupsi global, dilanjutkan percepatan krisis pada 2027–2028, guncangan besar dunia pada 2028–2029, hingga puncak tekanan global pada 2029–2030.

Setelah itu, mereka memproyeksikan adanya fase stabilisasi dan pergeseran kekuatan dunia ke arah Timur.

Ketua Majelis GAZA, Diki Candra Purnama, dalam pengantar dokumen menyebut risalah tersebut tidak dimaksudkan sebagai klaim kepastian, melainkan sebagai “peta pemikiran” yang dapat diuji, dikritisi, dan dikembangkan secara ilmiah. Ia menegaskan bahwa dokumen itu disusun untuk menjadi pemantik kesadaran dan bukan alat provokasi ataupun sensasi.

“Risalah ini bukan penetapan perkara gaib secara pasti, bukan penobatan tokoh, bukan penentuan tanggal kejadian, dan bukan pula doktrin baru dalam agama,” tulis tim penyusun dalam bagian blueprint.

Majelis GAZA juga mengklaim telah mengumpulkan lebih dari 1.600 mimpi dari berbagai wilayah dunia, dengan mayoritas berasal dari Indonesia. Data tersebut, menurut mereka, dianalisis menggunakan metode penyaringan, pengelompokan tema, hingga pencocokan dengan dalil dan realitas global.

Dalam risalah tersebut, terdapat sejumlah tema utama yang disebut berulang dalam mimpi-mimpi yang dikaji, antara lain krisis global, penyaringan spiritual manusia, kemunculan figur kepemimpinan moral, perpindahan kelompok kecil orang beriman, hingga lahirnya tatanan dunia baru setelah masa krisis.

Dokumen itu juga memuat tujuh klaster global yang dijadikan dasar penyusunan blueprint operasional, mulai dari potensi kekacauan global, penyaringan manusia, kebutuhan zona perlindungan, hijrah, munculnya tokoh dan penyesat, fitnah sistem modern, hingga konsep intervensi ilahi.

Majelis GAZA menyatakan resume risalah tersebut ditujukan kepada berbagai pihak, termasuk Presiden RI, pimpinan lembaga negara, TNI-Polri, tokoh agama, perguruan tinggi, media massa, hingga masyarakat umum.

Dokumen itu juga disebut disampaikan kepada sejumlah pihak di luar negeri.
Sebelumnya, tema risalah tersebut telah dipresentasikan dalam dialog internasional pada 1 Mei 2025 yang menghadirkan sejumlah tokoh nasional dan ulama, termasuk Said Aqil Siroj. Selain itu, seminar bertema blueprint dan roadmap berbasis mubasyirat juga digelar pada Desember 2025. (ps)