Menwa Jayakarta Tetap Berdiri di Usia ke-64, Danmenwa Andi Putu Kenang Masa Sulit Reformasi 1998

JAKARTA — Resimen Mahasiswa (Menwa) Jayakarta menggelar puncak peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-64 di Jakarta, Jumat (15/5/2026). Dalam sambutannya, Komandan Resimen Mahasiswa (Danmenwa) Jayakarta Letkol Chk. Andi Putu Hamka, S.H., M.H., menegaskan bahwa Menwa tetap eksis dan terus mengabdi untuk bangsa meski pernah menghadapi masa sulit pasca reformasi 1998.

“64 tahun bukan waktu yang singkat bagi Resimen Mahasiswa. Kalau usia manusia, 64 tahun itu sudah cukup senior. Banyak asam garam, suka duka, cobaan maupun kebahagiaan yang sudah kami lalui,” ujar Andi Putu di hadapan tamu undangan dan anggota Menwa.

Ia mengenang masa ketika Menwa mengalami perubahan besar setelah reformasi 1998. Saat itu, menurutnya, Menwa tidak lagi menjadi prioritas pembinaan negara setelah reformasi di tubuh TNI.

“Kami menyebutnya dicerai paksa. Dulu Menwa sangat diperhatikan negara, memiliki fasilitas, kendaraan dinas, dan pembinaan langsung. Tapi setelah reformasi, Menwa tidak lagi menjadi prioritas,” katanya.

Meski demikian, Andi Putu menegaskan Menwa Jayakarta mampu bertahan hingga saat ini berkat dukungan para senior, pembina, serta berbagai lembaga yang terus mendukung kegiatan organisasi.

“Kalau sebuah satuan tidak lagi dibina dan tidak mendapat dukungan, mungkin satu atau dua tahun sudah bubar. Tapi hari ini Menwa Jayakarta masih berdiri,” tegasnya.

Dalam rangkaian HUT ke-64 ini, Menwa Jayakarta sebelumnya menggelar berbagai kegiatan seperti pertandingan olahraga antar-Menwa Indonesia, revitalisasi Taman Bela Negara, lomba menembak nasional, hingga kegiatan sosial untuk masyarakat.

Menurut Andi Putu, kegiatan tersebut merupakan bentuk pengabdian Menwa kepada masyarakat dan generasi muda di DKI Jakarta.

Ia juga menyoroti lahirnya Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2019 tentang Pengelolaan Sumber Daya Nasional untuk Pertahanan Negara yang memperluas ruang pengabdian Menwa sebagai komponen pendukung bela negara.

“Dulu Menwa lebih dikenal sebagai komponen cadangan. Sekarang ruang pengabdian kami jauh lebih luas, mulai dari penyuluhan narkotika, kebencanaan, sosial, hingga pendidikan karakter di sekolah dan kampus,” jelasnya.

Menwa, lanjutnya, kini aktif berkolaborasi dengan Badan Narkotika Nasional (BNN), pemerintah daerah, hingga berbagai institusi pendidikan dalam kegiatan pembinaan generasi muda.

“Kami siap menjadi kekuatan positif untuk negeri dan terus memberikan yang terbaik bagi generasi muda Indonesia,” pungkas Andi Putu. (ps)