Belitung Timur, Satuan Tugas TMMD 125 Kodim 0414 Belitung bersama Puskesmas Simpang Pesak menggelar Sosialisasi Percepatan dan Penurunan angka Stunting kepada masyarakat setempat.
Kegiatan ini, dalam rangka untuk mendukung program pemerintah dalam upaya penurunan angka stunting, Satgas TMMD Ke-125 Kodim 0414/Belitung bersama pihak Puskesmas Simpang Pesak melaksanakan kegiatan sosialisasi percepatan dan penurunan stunting.
Kegiatan sosialisasi ini dalam rangka mendukung program Pemerintah yang menjadi bagian dari program non fisik TMMD yang tak kalah penting dengan pembangunan infrastruktur. Melalui kerja sama dengan tenaga kesehatan setempat, sosialisasi menyasar para ibu hamil, ibu menyusui, kader posyandu, dan warga yang memiliki balita.
Ahli Gizi Puskemas Simpang Pesak, Harfi Gatra menyampaikan berdasarkan data per Juni 2025, anak-anak yang mengalami Stunting di wilayah Kecamatan Simpang Pesak dengan persentase 8,1 persen.
Dengan angka tersebut, pihak Puskemas Simpang Pesak terus berupaya dalam proses percepatan dan penurunan stunting melalui program Pemberian Makanan Tambahan (PMT) lokal untuk meningkatkan status gizi balita dan ibu hamil.
“Kemudian pemberian edukasi kepada orang tua balita dan pola asuh, kami secara masif melakukan kampanye terkait dengan kesehatan gizi anak untuk menurunkan angka stunting itu,” ujar Harfi.
Dirinya berharap, melalui penyuluhan yang diberikan bersama Satgas TMMD ke-125 ini, masyarakat Desa Simpang Pesak bisa mengubah perilaku, terutama dalam hal pola asuh anak dan praktik pemberian makanan yang baik untuk anak,” jelasnya
Sementara itu, Pasiter TMMD ke-125 Kodim 0414/Belitung Irjuhansyah menekankan bahwa edukasi mengenai stunting sangat penting untuk membangun kesadaran masyarakat sejak dini. TMMD bukan hanya membangun jalan dan rumah. Tapi juga membangun kesadaran masyarakat akan pentingnya kesehatan keluarga.
“Dengan adanya program ini, diharapkan angka stunting di wilayah Simpang Pesak dapat terus menurun, sehingga generasi mendatang dapat tumbuh dan berkembang dengan lebih optimal,” ujarnya, ( Niza Karyadi )
