Belitung Timur, Tugu 1001 Warung Kopi yang berdiri kokoh di pusat Kota bukan hanya sebagai monumen, melainkan sebagai pengingat akan budaya masyarakat Beltim yang kaya. Tradisi ngopi yang telah mengakar dan memberikan kehangatan persaudaraan yang terjalin di setiap warung kopi.
Tugu ini merepresentasikan bahwa dari hal yang sederhana, bisa menciptakan sesuatu yang luar biasa.
Pendiri dari tugu ini adalah Aditia Gumelar seniman asal Kabupaten Subang Provinsi Jawa Barat. Tidak sendiri, saat meramu idenya, Aditia juga dibantu oleh Yulias R, Loly Febrianto, Husin Lo, Mislan Kadir, dan Usep M Kusmaya.
Untuk dedikasinya sebagai tanda apresiasi dari Pemkab Beltim, Bupati Beltim Kamarudin Muten menyerahkan piagam penghargaan kepada enam tokoh pembuat ide tugu 1001 warung kopi tersebut. Penyerahan berlangsung saat acara persemian.
Aditia Gumelar juga ikut hadir dalam peresmian renovasi Tugu 1001 Warung Kopi. Mas Adit sapaan Aditia mengapresiasi apa yang telah dilakukan Pemkab Beltim untuk mempercantik tugu ciptaannya tersebut.
“Dari sisi inisiatif, kami sangat berterima kasih dengan Bapak Bupati (Kamarudin) yang baru ini. Bahwasanya hasil karya kami yang tergabung di Komunitas Anak Negeri 2013 lalu bisa dibuat lebih bagus lagi,” Mas Adit
Aditia pun berkisah, jika pembuatan tugu ini dulunya dibangun pada masa pemerintah Bupati Beltim Basuri Thajaja Purnama di tahun 2013 lalu. Di mana saat itu masih ada tulisan Tugu 1001 Warung Kopi dengan slogan ‘Dari Lubok Ati Nok Paling Dalam Untuk Belitung Timur’.
Mas Adit berharap tulisan itu dapat dikembalikan lagi. Sehingga tidak menghilangkan nilai sejarahnya.
“Ada neon boks dan logo Pemkab Beltim serta PT Tiga Warna. Mungkin yang renovasi lupa, namun kami mohon agar dapat membuat ulang lagi supaya tidak hilang dari sejarah,” ujar Mas Adit.
Dalam kegiatan Peresmian Tugu 1001 Warung Kopi, ini Pemkab Beltim menggelar bazar UMKM lokal. Selain itu pula menyiapkan berbagai layanan publik, seperti pemeriksaan kesehatan gratis, konsultasi dan pembuatan Nomor Induk Berusaha, layanan kependudukan, serta kegiatan donor darah. (*/NIZA KARYADI )
