by

Menerjemahkan Visi UMKM Presiden Jokowi Ala Erick Thohir

Presiden Joko Widodo (Jokowi) meminta seluruh pemangku kepentingan agar gencar kampanyekan cinta produk – produk Indonesia. Presiden Joko Widodo mengutarakan ini saat membuka rapat kerja nasional Kementerian Perdagangan 2021 di Istana Negara, belum lama ini.

Presiden Jokowi ingin lebih banyak UMKM menjadi eksportir, ini adalah keinginan serius untuk segera dilakukan untuk pemulihan ekonomi nasional dari terpaan pandemik dengan bertopang pada produk berbasis dalam negeri. Sehingga perekonomian rakyat dan negara dapat berjalan secara cepat.  

Sekedar informasi, dari 90 persen pelaku ekspor adalah UMKM, namun dari angka tersebut, kontribusi terhadap ekspornya hanya 13 persen. Itu artinya kapasitas ekspor dari UMKM perlu ditingkatkan. Presiden ingin peningkatan tersebut dilakukan dengan cara menghidupkan kembali dewan penunjang ekspor, perbaikan produksi, desin produk, dan membenahi pengemasan (packaging) sehingga kualitasnya menjadi lebih kompetitif.

Dengan pasar yang begitu besar, seharusnya Indonesia bisa mendorong konsumen dalam negeri untuk menggunakan produk sendiri. Presiden menyampaikan bahwa penduduk Indonesia berjumlah lebih dari 270 juta jiwa, seharusnya adalah konsumen yang paling loyal untuk produk-produk kita sendiri, 270 juta adalah jumlah yang besar, pasar yang besar.

Mencermati visi Presiden Jokowi terkait UMKM menangkap peluang pasar lokal dan international, maka langkah konkrit dan cepat harus ditindak lanjuti oleh para Menteri dalam menuntaskan pengembangan UMKM di Indonesia.

Sebut saja, Menteri Negara Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir yang kementeriannya menjadi tulang punggung pemulihan ekonomi nasional ternyata sudah sejak lama merancang konsep pemberdayaan UMKM. Erick Thohir mewanti-wanti agar Indonesia jangan hanya menjadi pasar bagi produsen negara lain.

Erick menuturkan, UMKM perlu mengambil bagian agar RI menjadi negara produsen yang bisa diekspor ke negara-negara lain, tangguh di pasar global, sehinggah Indonesia tidak hanya sekedar tujuan pasar global saja.Bagi Erick peluang UMKM memajukan usahanya sangat besar, perkembangannya mengalami kemajuan pesat. Pemerintah mencatat, terdapat 64 juta unit UMKM berkat perkembangan digital yang masif di Tanah Air.

Kendati demikian, pandemi Covid-19 telah memberikan dampak buruk bagi UMKM. Banyak UMKM yang mengaku sulit bertahan di tengah pandemi bila tidak kreatif dan inovatif. Saat ini, Kementerian BUMN dibawah komando Erick Thohir, memiliki dua program yang bagus sekali bagi pelaku UMKM;

Pertama, dengan melibatkan pelaku UMKM untuk pengadaan barang atau capital expenditure (capex) yang ada di perusahaan pelat merah. kementerian BUMN meluncurkan Pasar Digital (PaDi) UMKM, di mana diawali dengan 9 perusahaan BUMN seperti Telkom untuk delapan jenis pengadaan. Tahun depan, Kementerian BUMN akan terus meningkatkan PaDi UMKM ini untuk seluruh BUMN yang berjumlah 41.Kedua, Kementerian BUMN  bersinergi dengan Kementerian Koperasi & UMKM serta Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif. PT Sarinah misalnya, harus 80 persen produk yang dipasarkannya adalah merek Indonesia.

Tidak hanya itu, Kementerian BUMN juga sudah membuka akses pasar internasional bagi pelaku UMKM melalui kerja sama dengan perusahaan ritel duty free global ternama Dufry.dengan menjadikan Sarinah wadah bagi produk UMKM dan wadah promosi produk dalam negeri.  

Dengan menggandeng mitra strategis seperti Dufry dan Omega grup, maka gerbang pasar riil dunia khususnya di sektor ritel dan travel maupun leisure memberi peluang kepada produk UMKM masuk ke liga utama pemain dan pebisnis dunia.

Dimana Dufry merupakan perusahaan terkemuka di bidang travel retail dengan lebih dari 2400 gerai di 400 lokasi didunia. Selian itu, saat ini Sarinah sedang direnovasi dan akan bertransformasi menjadi lahan publik dengan konsep pusat perbelanjaan komunitas yang didesain dengan arsitektur modern Indonesia dan berdiri dengan produk lokal Indonesia. 

Menurut  Erick Thohir, melalui pola kerjasama ini dapat menitikberatkan pada kurasi dan seleksi produk UMKM dan Nusantara yang premium, kualitas dunia serta yang sesuai dengan minat dan selera pasar kategori produk-produk duty-free dunia.

Selain itu, bagi Erick Thohir, Sarinah yang akan masuk ke liga pasar retail dan duty-free internasional juga perlu meningkatkan kapasitas baik kelembagaan maupun SDM melalui proses scouting dan pembelajaran manajemen retail dunia dari Dufry.

Sejak Desember 2020 lalu, Erick Thohir telah melakukan  konsolidasi dengan PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BRI), PT Permodalan Nasional Madani (PNM), dan Pegadaian bertujuan untuk mendorong Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) naik kelas. Dengan konsolidasi data, para pelaku usaha yang belum terjangkau oleh bank (unbankable) bisa diberikan pinjamannya sebesar Rp2 juta sampai dengan Rp10 juta. Kemudian, kalau pinjaman Rp20 sampai dengan Rp30 juta itu dibantu oleh Pegadaian.

Selanjutnya, apabila pelaku UMKM tersebut sudah bisa melakukan pinjaman Rp50 juta maka BRI yang masuk. Hal ini merupakan solusi konkrit bagi para pelaku UMKM, dimana aspek permodalan yang sangat syarat procedural dipermudah proses pengajuannya. Sehingga diharapkan melalui dapat meningkatkan produktifitas dan mutu UMKM yang berdaya saing ditingkat nasional dan internasional.

Erick Thohir dengan segudang pengalaman bisnisnya dikancah international, terlihat sangat sejalan dengan visi Presiden.Jokowi.

Apalagi dengan jabatan sebagai Ketua Pelaksana Penanganan Covid -19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KPCPEN), Erick diyakini mampu menerjemahkan apa yang menjadi keinginan Presiden Jokowi terhadap UMKM,  melalui BUMN yang dipimpinnya, Erick terus berupaya mengembangan SDM para pelaku UMKM, pengembangan produk, pendanaan, market, dan relasi internasional yang semuanya bertujuan untuk mewujudkan percepatan pemulihan ekonomi nasional sekaligus untuk menggerakan kembali ekonomi rakyat agar dapat segera kembali pulih di masa pendemik.

Penulis : Muhammad Zulfikar, SE (Sekjen Int DPP FOREDER)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *