Tiga PR Besar Menanti Calon Panglima TNI Andika Perkasa

JAKARTA, Pengamat militer yang juga Direktur Indonesia Intelligence Institute, Ridlwan Habib menyebut beberapa pekerjaan rumah menanti Jenderal TNI Andika Perkasa jika sudah ditetapkan sebagai Panglima TNI baru.

“Pekerjaan rumah Panglima TNI banyak, ya, walaupun kita tahu kepemimpinan Pak Hadi juga sudah sangat baik. Tetapi setidaknya, yang mendesak itu ada tiga hal,” kata Habib kepada KOMPAS.TV, Kamis (4/11/2021).

Pertama, kata Habib, adalah membantu pemerintah melakukan penanganan pandemi Covid-19. Karena bagaimanapun juga, lanjutnya, TNI adalah garda terdepan membantu pemerintah menyalurkan vaksin dan mengirimkan bantuan ke pulau-pulau terpencil.

“Itu adalah domain yang bisa dilakukan oleh TNI,” terang Habib.

Kedua, perbaikan internal di Mabes TNI. Perbaikan yang dimaksud Habib termasuk soal kesejahteraan prajurit.

Kendati begitu, Habib sendiri optimis dengan 13 bulan kedepan, mantan Kepala Staf Angkatan Darat (KASAD) itu mampu memenuhinya dengan segala pengalaman yang telah dilaluinya.

Habib memisalkan, saat menjabat KASAD, Andika sangat peduli dengan dengan anggotanya.

“Ada beberapa contoh, misalnya, membangun rumah untuk prajurit di Batalyon 403 Yogyakarta yang awalnya sangat-sangat tidak layakn, kemudian di kepemimpinan Pak Andika dibangun dengan sangat bagus,” jelas Habib.

Habib juga memisalkan, kejadian April lalu, saat anggotanya di Kodim Magelang sakit karena kakinya cacat akibat tugas dan perlu kaki palsu, oleh Andika diterbangkan langsung ke Jakarta dan dirawat di rumah sakit.

“Semoga kesejahteraan di lingkungan TNI Angkatan Darat (AD) yang diperhatikan oleh Pak Andika juga bisa meluas, mengawasi kesejahteraan prajurit di angkatan-angkatan yang lain, baik Angkatan Laut (AL) maupun Angkatan Udara (AU),” harap Habib.

Lalu terakhir, adalah bagaimana Panglima TNI baru memimpin TNI di tengan tantangan globalisasi soal konflik Amerika dan China serta Laut Cina Selatan.

“Ini yang saya kira tantangan geopolitik yang harus juga dipersiapkan oleh panglima yang baru,” pungkas Habib.

Tugas berat langsung bakal diterima Jenderal Andika Perkasa ketika jadi panglima TNI. Salah satunya yakni harus menyeselesaikan masalah yang tengah terjadi di Papua

Hal itu disampaikan oleh anggota Komisi I DPR/Fraksi Demokrat, Syarief Hasan dalam program Sapa Indonesia Malam, Rabu (3/11/2021).

“Kenapa? Kalau TNI sangat solid, maka tentu dalam mengemban tugas-tugas TNI di dalam menjaga kedaulatan negara Republik Indonesia itu akan semakin baik,” kata Syarief.

Di sisi lain, menurut Syarief, harus ada ketegasan dalam mengatasi masalah di Papua, khususnya terkait KKB.

“Ini kan intensitasnya semakin tinggi dan itu sangat mengganggu dan terus terang saja harus ada ketegasan bagaimana mengatasinya. Saya pikir selama masa bakti panglima yang baru, menurut hemat saya, (masalah) Papua ini sudah harus selesai,” ujar Syarief.

Pasalnya, Syarief yakin apabila ada koordinasi bagus dan ketegasan dari pemerintah, serta strategi dalam mengatasinya, maka masalah tersebut dapat diselesaikan.

“Apalagi panglima yang baru ini sudah sangat berpengalaman di dalam teroris, pernah pengalaman di Aceh, pernah di Timor Timur, pernah juga sebagai Pandam, Kostrad, dan sebagainya. Jadi penuh dengan pengalaman,” lanjutnya.

Seperti diketahui, Presiden Joko Widodo (Jokowi) resmi menunjuk KSAD Jenderal Andika Perkasa sebagai calon Panglima TNI menggantikan Marsekal Hadi Tjahjanto.

Menanggapi keputusan tersebut, Ketua DPR RI, Puan Maharani menyebut bahwa DPR melalui Komisi I akan segera memproses surat tersebut untuk mempersiapkan uji kelayakan dan kepatutan (fit and proper test).

“Presiden mengusulkan satu nama calon Panglima TNI, untuk dapat persetujuan.”

“Karena itu Pak Setneg, Presiden sampaikan surpres mengenai usulan calon Panglima TNI atas nama Jenderal Andika Perkasa,”tutup Puan. (yo)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *