Selamat Laut Gusong Cine, 40 Tahun Tradisi Syukur Nelayan, Budaya Yang Terjaga  dan Lestari

Belitung Timur,  Tradisi Selamat Laut  Gusong Cine, 40 tahun  sudah budaya ini terjaga dan lestari, sebagai rasa syukur bagi nelayan  hasil tangkapan dilaut  Gusong Cine,  dipuncak acara para tetua lakukan Doa bersama di Balai Pertemuan Gosong Cine Desa Batu Penyu, Kecamatan Gantung kembali digelar meriah, Minggu (26/4/26)

Dengan tema  yang terpampang,:  Selamat Laut,” Rasa Syukur dan Kebersamaan, Kita Jaga dan Lestarikan Budaya’

Tradisi Selamat Laut di Gusong Cine menjadi bukti bahwa nilai-nilai kearifan lokal masih terjaga kuat di tengah perkembangan zaman. Lebih dari sekadar ritual, kegiatan ini menjadi ruang kebersamaan yang mempertemukan budaya, spiritualitas, dan harapan masyarakat pesisir akan masa depan yang lebih baik.

 Di antara debur ombak dan doa yang dipanjatkan, tersimpan harapan sederhana masyarakat nelayan agar laut tetap bersahabat dan kehidupan terus berlanjut dengan penuh keberkahan. 

Sebagian warga bahkan telah datang sejak sehari sebelumnya dan memilih menginap atau “beranjuk” di kawasan Gusong Cine, menikmati suasana pantai sekaligus menantikan prosesi Selamat Laut yang menjadi puncak kegiatan.

Tradisi yang telah berlangsung sejak 40 tahun lalu ini merupakan rangkaian dari Maras Taun yang sebelumnya telah digelar, ditandai dengan prosesi adat serta hiburan rakyat seperti musik organ tunggal, becampak, hingga beripat yang berlangsung hingga malam hari.

Prosesi inti Selamat Laut ditandai dengan pembacaan doa oleh dua dukun kampung Desa Batu Penyu. Dalam doa tersebut, dipanjatkan harapan agar masyarakat, khususnya para nelayan, senantiasa diberikan keselamatan serta hasil laut yang melimpah.

Suasana khidmat terasa saat doa dipanjatkan, berpadu dengan semilir angin laut dan deru ombak yang menjadi latar alami prosesi sakral tersebut. Selain itu, para nelayan juga diimbau untuk tidak melaut selama dua hari ke depan sebagai bagian dari kearifan lokal yang telah diwariskan turun-temurun,” ujar Kik Dukun Pardi ( Niza Karyadi )