Belitung Timur, Desa Balok Gelar Maras Taun yang di laksanakan di kediaman Pak Dukun Reno Dusun Balok Desa Balok Kecamatan Dendang, Adat ini harus dijaga dan dilestarikan,pada Minggu ( 12-4-2026 )
Acara yang dihadiri oleh Ketua Forum Kedukunan Adat se-Belitong Mukti Maharip, Kapolsek Dendang, camat Dendang, Kades Balok serta tokoh adat setempat, hadir juga Ibu Wakil Bupati Maisinun yang juga anggota DPRD Prop.Babel Fraksi Golkar
Acara yang di meriahkan oleh hiburan dan tari- tarian dari anak-anak sekolah, nampaknya masyarakat setempat sangat antusias dalam merayakan maras taun, Maras taun ini merupakan tradisi adat istiadat dari turun temurun dilaksanakan di Desa Balok

Dukun Balok Erino saat diwawancarai usai acara mengatakan bahwa, acara maras taun ini dilaksanakan di Desa Balok ada dua tempat yaitu pagi di Dusun balok, siangnya diadakan rumah kik dukun di Dusun Aik Nangka,
Dan di Dusun Balok dilaksanakan di rmah pak dukun Erino yang akrab disapa pak Reno, Ia menyatakan bahwa acara maras taun ini di adakan setiap tahun oleh masyarakat Desa Balok pada setiap bulan April dan tanggalnya di tentukan melalui musyawarah adat,” Ujar Reno
Sebelum pelaksanaan ritual maras taun, Pak dukun Reno menjelaskan ada beberapa kegiatan yang dilaksanakan dalam penentuan hari baik, dari musyawarah adat dengan dilakukan di kediaman Kik penghulu Desa Balok, diawali gotong royong bersama membersihkan tempat pemakaman umum masyarakat dan makam raja balok, dan di teruskan pada malam Jum’at dilaksanakan Istigozha bersama antara dua dusun,

” kemudian dilanjutkan dengan ziara kubur pada hari Jumat ba’ da Ashar dilanjutkan dengan sedekah ruah di rumah dukun kampung malam minggunya di lanjutkan dengan musyawarah kampong yang menuju kepada sifat untuk membangun desa ke depan dalam adat istiadat,” jelasnya
Kemudian lanjut Pak Dukun Reno, paginya di adakan maras taun, maras taun ini merupakan adat istiadat tanda syukur setelah panen tahunan, kalau tidak ada orang nanam padi disebut selamat kampong,
Untuk itu dukun Reno berharap pada generasi kedepannya bahwa maras taun ini harus kita lestarikan hingga anak cicit kita, ini merupakan kearifan lokal yang harus dijaga dan dipelihara,” tegas Reno
Sementara Ketua Forum Kedukunan Adat se-Belitong ( FKAB ) Mukti Maharip yang juga hadir, Ia mengatakan bahwa kita menghormati adat istiadat, kita dukung selaku adat urang Belitong, tradisi maras taun tetap kita lestarikan dan terus berkelanjutan dan diwariskan kepada generasi berikutnya,
” ini adalah adat budaya urang Belitong yang harus kami jaga untuk itu perlu dukungan semua pihak agar tradisi ini tetap lestari dan terjaga oleh generasi selanjutnya” Ujar Mukti ( Niza Karyadi )
