Lomba Fashion Show Baju Adat Minim Peserta

Daerah57 Views

 Belitung Timur,-  Tim Penggerak PKK Kabupaten Belitung Timur menggelar berbagai Lomba Kreasi dan Inovasi dalam rangka Gerakan Keluarga Indonesia Dalam Peningkatan Kualitas Pengelolaan Ekonomi. Sayangnya, lomba-lomba yang digelar tidak terlalu ramai diikuti oleh peserta. 


Ada pun lomba-lomba yang dilaksanakan seperti Lomba Pembuatan Vlog, Kader Aku Hatinya PKK, Fashion Show Pakaian Adat Belitong, Lomba Memasak Buter, Rumah Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS). 


Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Beltim Purwenda Puspitasari mengatakan seharusnya lomba digelar pada rangkaian peringatan HUT RI ke-78. Namun karena banyaknya aktivitas desa dan kecamatan maka diundur ke Oktober 2023. 


“Jadi lomba dilaksanakan oleh tiap-tiap Pokja PKK. Hari ini kita melaksanakan Lomba Fashion Show, Penilaian Vlog sama Masak Buter Keladi, lomba-lomba lainnya sudah kita laksanakan beberapa waktu lalu,” kata Wenda saat Lomba Fashion Show Baju Adat Belitong di Ruang Pertemuan Dinas Pendidikan Kabupaten Beltim, Senin (16/10/23). 


Istri Bupati Beltim Burhanudin ini mengaku kecewa lantaran tidak banyak peserta yang ikut dalam kegiatan lomba. Dia pun mencontohkan Lomba Fashion Show Pakaian Adat Belitong yang hanya diikuti oleh 6 pasang peserta.  


“Kita inikan ada 7 Kecamatan dan 39 Desa. Kita berharap minimal setiap kecamatan itu mengirimkan dua tim atau peserta untuk tiap-tiap lomba, ini malah ada yang tidak mengirimkan sama sekali peserta,” sesal Wenda. 


Padahal,  Wenda mengungkapkan Tim PKK Kabupaten jauh-jauh hari sudah road show ke setiap kecamatan untuk mensosiliasasikan kegiatan lomba. Sayangnya, lantaran kesibukan dan alasan lainnya banyak peserta yang berhalangan ikut. 


“Kegiatan ini kan juga sarana kita untuk saling silaturahmi. Para pemenang ini juga nantinya akan kita kirimkan untuk mengikuti ajang lomba di tingkat provinsi,” ungkap Wenda.


 PKK Kecamatan dan Desa Diminta Ikut Berperan Aktif 

Sementara itu Bupati Beltim Burhanudin dalam sambutannya yang dibacakan oleh Staf Ahli Bidang Pemerintahan, Hukum dan Politik Ida Lismawati mengatakan sebagai mitra kerja Pemerintah, gerakan PKK mempunyai peran dan sekaligus peluang yang sangat besar untuk mengisi dan menunjang terwujudnya pelaksanaan era otonomi daerah saat ini.


“Menyadari akan peran, tugas dan peluang tersebut, maka diharapkan TP PKK harus mampu menata dan mempersiapkan diri menjadi lebih profesional. Gerakan PKK harus senantiasa tetap eksis dengan diiringi pengembangan kualitas sumber daya manusia, sehingga kehadirannya sangat dibutuhkan dan dinantikan oleh keluarga dan masyarakat,” kata Ida saat menghadiri Pembukaan Lomba Kreasi dan Inovasi dalam rangka Gerakan Keluarga Indonesia, Lomba Pakaian Adat Belitong, dan Lomba Vlog PKBN di Ruang Pertemuan Dinas Pendidikan, Senin (16/10/23). 


Selaku Dewan Pembina PKK Kabupaten Belitung Timur, Bupati berpesan kepada Ibu-Ibu TP PKK Kecamatan dan desa agar terus menghidupkan PKK di wilayah kerja masing-masing. Selain itu juga dapat terus berperan aktif dalam melaksanakan 10 program pokok PKK sesuai dengan situasi dan kebutuhan daerah guna mengatasi berbagai permasalahan sosial ekonomi masyarakat.

“Saya menghimbau dan mengajak kepengurusan PKK dan para kader di seluruh wilayah Kabupaten Beltim, untuk menyadari serta memiliki kemauan dan kemampuan untuk menjadi garda terdepan dalam mewujudkan keluarga berkualitas dalam aspek moral, lingkungan hidup, pendidikan, kesehatan, sosial budaya dan ekonomi, khususnya terkait dengan pembinaan ekonomi keluarga maupun rumah tangga,” ajak Ida.


Terkait berbagai persoalan tersebut, Pemkab Beltim tentunya membutuhkan dukungan dan keterlibatan PKK beserta para kader untuk turut berperan secara aktif dan bersinergi bersama Pemerintah Daerah dan stake holder dalam mengatasi persoalan-persoalan sosial tersebut. 

“Saya menaruh harapan dalam menyelesaikan berbagai permasalahan dan berbagai tantangan yang semakin kompleks, terutama terkait isu perempuan dan anak di Kabupaten Beltim seperti tingginya angka pernikahan anak, angka putus sekolah, hingga persoalan stunting,” ujar Ida. (Niza Karyadi)