Junjung Integritas dan Loyalitas, Jaksa Agung: Aparat Kejaksaan Tak Boleh Jadi ‘Benalu” di Korps Adhyaksa

Hukum, Nasional33 views

JAKARTA, Jaksa Agung Sanitiar Burhanuddin kembali mengingatkan jajarannya untuk tidak jadi “benalu” di Korps Adhyaksa. Burhanuddin menekankan kepada para anggotanya untuk memegang teguh sikap integritas dan loyalitas bagi setiap insan Adhyaksa.

Demikian disampaikan Jaksa Agung Sanitiar Burhanuddin dihadapan jajarannya saat melakukan kunjungan kerja di wilayah hukum Kejaksaan Tinggi Kalimantan Selatan, 3 hingga 5 Nopember 2021.

“Sudah seharusnya dan sepatutnya integritas dan loyalitas merupakan standar minimum dari setiap insan Adhyaksa,”ucap dia.

Untuk itu, kata Burhanuddin jangan
jadi benalu di dalam tubuh institusi kejaksaan, rapatkan barisan dan mari kita bergerak bersama memulihkan marwah korps adhyaksa yang kita cintai, apabila diantara saudara sekalian masih ada yang ingin menjadi benalu saya tidak akan segan dan ragu untuk membasmi benalu tersebut,” kata Burhanuddin dalam keterangannya, Minggu (5/11).

Burhanuddin menekankan, seluruh insan Kejaksaan untuk memulihkan marwah institusi, serta meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap institusi Kejaksaan. Dia sangat menyayangkan masih menemukan oknum-oknum, baik itu Jaksa maupun pegawai Kejaksaan yang mencoba melakukan perbuatan tercela dengan menyalahgunakan jabatan dan kewenangannya.

Karena itu, Jaksa Agung mengingatkan kepada setiap kepala satuan kerja untuk memberikan keteladanan kepada seluruh jajaran, salah satunya dengan menerapkan pola hidup sederhana. Serta meningkatkan pengawasan melekat kepada setiap anggotanya.

“Karena apabila ada anggotanya yang melakukan perbuatan tercela, maka akan dievaluasi hingga dua tingkat ke atasnya,” ucap Burhanuddin.

Burhanuddim menegaskan, dirinya tidak ingin melihat anak buahnya bermasalah, akan tetapi apabila perintah dan imbauan pimpinan tidak diindahkan dan tetap mencoba mencari celah untuk melakukan perbuatan tercela, maka Pimpinan tidak akan ragu untuk menindak secara tegas.

“Tindakan tegas ini terpaksa diambil karena menurut Jaksa Agung para jajaran pimpinan kejaksaan sudah cukup banyak memberikan peringatan, dan perlu Kepala Satuan Kerja ketahui tindakan tegas tersebut terbukti efektif dan mampu mencegah para pegawai lain untuk ikut-ikutan melakukan perbuatan tercela,” papar Burhanuddin.

“Saya lebih baik kehilangan satu anak buah yang tidak bisa dibina dibandingkan harus mempertaruhkan institusi, ungkapnya.

Burhanuddin lantas menyampaikan, saat ini trend kepercayaan masyarakat terhadap intitusi kita telah meningkat, hal tersebut imbas dari langkah Kejaksaan dalam menangani kasus-kasus besar, melakukan terobosan hukum dan pencapaian kinerja yang telah ditentukan. Sehingga hal tersebut dapat dirasakan oleh masyarakat. Namun di sisi lain ada pihak-pihak yang tidak senang dengan pencapaian tersebut.

“Pola interaksi sosial saat ini telah bertransformasi dari yang konvensional menuju ke arah digital, dimana dunia maya merupakan suatu ekosistem yang tanpa batas dan sulit untuk dibatasi, untuk itu sudah sepatutnya kita harus bijak menggunakan media sosial,” beber Burhanuddin.

Dia pun menegaskan, tidak akan pernah bosan mengingatkan kepada seluruh jajarannya untuk bijak dalam beraktivitas di sosial media, hindari unggahan yang bertentangan dengan kebijakan institusi pemerintah.

“Kita tidak akan pernah tahu akan ditempatkan dimana dan akan menangani kasus apa, terkait hal tersebut apabila kita menangani kasus yang sensitif, media sosial merupakan instrumen yang paling mudah untuk mencari informasi diri kita maupun kehidupan pribadi kita, sehingga rentan dimanfaatkan oleh pihak yang berseberangan dengan kita untuk membuat opini miring tentang diri pribadi, maupun institusi kita. Oleh karena itu bijaksanalah dalam bermedia sosial,” harap Burhanuddin.

Untuk itu Jaksa Agung mengingatkan, jajarannya yang merupakan public servant, yang mempunyai tugas melayani masyarakat, maka sudah sepatutnya sebagai abdi negara harus memberikan contoh sikap, adab, etika serta bijak dalam menggunakan media sosial.

“Di samping itu sudah sepatutnya kita turut mensosialisasikan kebijakan pemerintah maupun institusi. Dalam pola komunikasi publik saat ini yang didominasi oleh media sosial maka Kepala Satuan Kerja di daerah adalah perpanjangan tangan pimpinan, oleh karena itu melalui Kepala Satuan Kerja di daerah Jaksa Agung berharap setiap keberhasilan dan program kerja institusi di viralkan dan dipublikasikan,” pungkas Jaksa Agung Sanitiar Burhanuddin. (yo)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *