Maras Taun , Tradisi dan Budaya Menikmati Rasa Syukur dari  Hasil Panen Bercocok Tanam 

Belitung Timur,  Masyarakat Dusun Lintang dan Dusun Air Selumar Desa Lintang  laksanakan maras taun yang bertempat di rumah Kediaman Dukun Kampong Harjoyo
RT.07  Desa Lintang Kecamatan Simpang Rengginang pada Minggu (10-5-2026 )

Maras taun merupakan tradisi dan budaya dalam menikmati rasa syukur dari hasil panen bercocok tanam

Acara yang di hadiri oleh, Staf Khusus Bupati Beltim bidang Keagamaan dan Sosial H Sayono, Anggota Dewan Suladi, Kapospol Irwansyah, Kades Mahmuda, lembaga Adat Beltim Harpian, Bhabinkamtibmas Lintang, tokoh agama, tokoh masyarakat

Sebelum ritual dilaksanakan terlebih dahulu salah unsur masyarakat menyampaikan kepada Pak Dukun kampong Harjoyo, bahwa harapan masyarakat lebih mendapatkan berkah, keselamatan, kemakmuran dari hasil  cocok tanam 
” dan lanjutnya menyampaikan batasan perdukunan antar dua wilayah dusun.

“Pada intinya  masyarakat minta doa keselamatan dan dan menikmati rasa syukur hasil panen bercocok tanam

Selanjutnya Pak Dukun Harjoyo melakukan ritual  dengan sarana yang sudah dipersiapkan serta doa- doa untuk masyarakat, 

Ia mengatakan bahwa, Maras Taun di Desa Lintang diharapkan kedepannya lebih bagus dan lebih makmur,  masyarakat kamek  luar kampong, dalam kampong kedepannya minta dilancarkan pendapatan dan segala penyakit minta untuk di jaohkan, dan rezekipun minta di datangkan,” Ujar Pak Dukun Harjoyo

” aku sampaikan minta rejeki kepade lillahi ta’ala, dan  ritual ini untuk masyarakat aku lebih makmur, 

Amak minta jaohkan, penyakit minta jaohkan, usaha masyarakat minta lancarkan, masyarakat yang hadir cukup banyak,” jelasnya

” jadi segalanya minta dipermudah baik ikan, laut sampai kedarat, sampai ke Kampong luar dan dalam hutan, itu permintaan masyarakat aku, minta jaohkan segala penyakit dan mudahkan rejeki-nye, ”  pinta Harjoyo

Kades  Lintang Mahmuda  dalam kesempatan itu mengatakan  maras taun adalah  Adat barik urang Belitong yang perlu kita jaga dan lestarikan hingga kedepannya,

” untuk itu saya mengajak masyarakat untuk lebih meningkatkan bercocok tanam  dan hasilnya kita mensyukuri nikmat hasil yang telah diberikan kepada kita semua

Dengan maras taun ini Kata Kades Mahmuda,  kita tingkatkan ajang silahturahmi, kesatuan dan kebersamaan dan bersatu, agar segala sesuatu yang terjadi kita dapat menyelesaikannya, jika ada perbedaan, itu demokrasi kita ini negara yang Berbhinneka,” pungkasnya

Ia berharap, mudahan pada acara ini, masyarakat kita diberikan kenyamanan dan kesehatan dan Rezki yang melimpah,” tukas Mahmuda

Sementara Bupati Belitung Timur Kamarudin Muten yang diwakili oleh Staf Khusus Bupati bidang Keagamaan dan Sosial H.Sayono menyampaikan sambutannya, Ia menyatakan bahwa  Maras Taun merupakan simbol kebersamaan, gotong  royong, serta wujud nyata dari kearifan lokal yang  telah diwariskan oleh para leluhur kita dan harus terus kita jaga serta lestarikan.

” Saya mengapresiasi kegiatan yang menunjukkan  bahwa nilai-nilai adat dan budaya masih hidup dan  menjadi bagian penting dalam kehidupan masyarakat  kita,” Ujar H Sayono

H Sayono mengatakan melalui momentum Maras Taun ini,  mari kita semua untuk memperkuat persatuan dan  kebersamaan, menjaga nilai-nilai adat dan budaya, 
serta meningkatkan semangat gotong royong dalam  membangun daerah,” jelasnya

Untuk itu menurutnya, kegiatan ini sebagai sarana  mempererat silaturahmi dan memperkuat rasa  persaudaraan di antara kita semua. Semoga di maras taun ini, kita senantiasa diberikan  keberkahan, keselamatan, serta hasil yang lebih baik 
di masa yang akan datang,” sebut  H Sayono ( Niza Karyadi )