Suku Kamoro Ukir Sejarah: Tabernakel dari Nawaripi Diserahkan ke Kapel Santa

KAMORO, – Sebuah momentum bersejarah tercatat dalam perjalanan iman dan peradaban masyarakat Komoro, Kampung Nawaripi.Setelah melalui perjalanan panjang yang melelahkan, sumbangan Tabernakel dari masyarakat Nawaripi, Distrik Wania, Kabupaten Mimika, Provinsi Papua Tengah,  akhirnya tiba di Kapel Santa Theresia,  dan Panti Asuhan milik Bruder Tarekat BMSC di Piru, Kabupaten Seram Bagian Barat, Maluku.

Penyerahan Tabernakel dilakukan pada Rabu (4/2/2026) sekitar pukul 06.00 WIT. Prosesi tersebut berlangsung khidmat dan sarat makna, disaksikan sejumlah tokoh masyarakat, pengurus yayasan, serta anak-anak panti asuhan.

Tabernakel tersebut diserahkan langsung  para tokoh pemuda Nawaripi yakni Paskalis Nawaripi, Frans Maormako, Markus Marai, Frans Mipikupu, dan Ongen. Penyerahan diterima Bruder Hendrikus Resubun, BMSC.

Prosesi penyerahan turut disaksikan Kepala Kampung Nawaripi Norman Ditubun, para staf Yayasan Cahaya Kasih Harapan Abadi, serta anak-anak panti asuhan.

Hadir pula enam putra asli Nawaripi dari Suku Kamoro  yang sedang menempuh pendidikan di yayasan tersebut, yakni Yohanes Aikawe (kelas 1 SMK), Kosmas Nawau (kelas 2 SMP), Korneles Nawaripi (kelas 5 SD), serta Albert Mepere (TK).

Dalam sambutannya, Paskalis Nawaripi menegaskan  penyerahan Tabernakel ini memiliki makna historis bagi masyarakat Kamoro. “Sejak misi Katolik masuk di Nawaripi, peralatan gereja selalu kami terima dari para misionaris, biarawan, dan biarawati Katolik. Tetapi hari ini menjadi momentum berbeda, karena kami orang Nawaripi yang memberikan sumbangan kepada gereja. Ini pertanda bahwa kami sudah memiliki sumber daya manusia,” ujar Paskalis saat menyerahkan kunci Tabernakel.

Ia menambahkan, masyarakat Nawaripi menaruh harapan besar kepada Kapela Santa Theresia dan yayasan yang menaunginya sebagai tempat pembinaan generasi muda Kamoro.

“Kami percaya tempat ini bisa mendidik anak-anak kami menjadi manusia yang berguna,” tambahnya.
Sementara itu, Bruder Hendrikus Resubun, BMSC mengaku terharu dan tidak menyangka masyarakat Kamoro mampu menghadirkan Tabernakel dengan kualitas dan ukuran yang sangat baik.

“Saya tidak membayangkan Tabernakel sebagus dan sebesar ini bisa diberikan oleh Kamoro kepada Kapela Santa Theresia. Ini merupakan bagian dari sejarah peradaban,” ungkap Bruder Hendrikus yang akrab disapa Bruder Hend.

Ia berharap, kepercayaan masyarakat Kampung  Nawaripi terus terjaga sehingga menjadi motivasi bagi pihaknya untuk tetap berkomitmen dalam pelayanan kemanusiaan, pendidikan, dan pembinaan iman generasi muda.

Penyerahan Tabernakel ini tidak hanya menjadi simbol keagamaan, tetapi juga menandai perubahan peran masyarakat Kamoro dari penerima pelayanan menjadi pemberi kontribusi nyata bagi perkembangan gereja dan pendidikan.

Menurut Bruder Hend, momentum tersebut sekaligus mencerminkan tumbuhnya kesadaran kolektif masyarakat adat dalam membangun masa depan generasi muda melalui jalur pendidikan dan pelayanan sosial keagamaan. (danil)