Senator Asal Babel Darmasnyah Husein Komit Bantu Tingkatkan Perekonomian Belitung Timur

Daerah43 views

BELITUNG TIMUR – Anggota DPD RI Daerah pemilihan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel) H. Ir. Darmansyah Husein memanfaatkan reses pada masa sidang V tahun 2021-2022 lebih memfokuskan diri untuk menyerap aspirasi warga masyarakat Kabupaten Belitung Timur.

Bertempat di rumah kediaman Helmi M Fadli, seorang tokoh masyarakat Desa Kurnia Jaya, Kabupaten Manggar, Kabupaten Belitung Timur, anggota DPD Darmansyah Husein mengawali kegiatan reses dengan bersilaturahmi ke tokoh masyarakat, tokoh adat, kepala desa, BPD, Kedus, LSM , serta awak media dan warga yang telah menantinya sejak pagi hari.

“Pak Darmansyah Husein ini adalah sosok pemimpin yang merakyat , beliau adalah panutan kami dan seluruh warga desa Kurnia Jaya Manggar,”ucap salah seorang warga yang begitu antusuas menyambut kedatangan mantan Bupati Belitung dua priode tersebut.

Dihadapan tokoh masyarakat dan ratusan warga Desa Kurnia Jaya Manggar, Darmansyah Husein memaparkan tentang tugas dan fungsi selaku anggota DPR RI, salah satu tugas pokok adalah menyerap aspirasi masyarakat di daerah pemilihan.

“Alhamdulillah saya bertugas di komite IV yang membidangi Keuangan Anggaran APBN, seperti perbankan, investasi, Bappenas dan UMKM. Saya juga dipercaya sebagai wakil ketua di DPD RI, dan saya generasi ke-4 dari Provinsi Kepulauan Bangka Belitung.

Dua tahun terakhir ini, kata Darmansyah Indonesia dilanda Covid-19 sehingga kami selaku anggota DPD RI baru melaksanakan kegiatan sekaligus bertatap muka kangsung dengan konstituen di daerah. “Alhamdulillah, walaupun tertunda begitu lama karena pandemi, kita ke kantor saja terbatas hanya 2 atau 3 orang yang bisa masuk kantor , tidak bisa maksimal, boro-boro menambah anggaran, memperjuangkan juga sulit karana  revocusing anggaran, dan saya katakan kepada para bupati dan gubernur Babel mohon maaf, paling-paling saya hanya bisa ingatkan kepada pengurus wilayah jangan tergantung APBN” papar Darmansyah.

Dalam hal ini, lanjut Darmansyah pemerintah pun meluncurkan program pemulihan ekonomi nasional (PEN). “saya ingin cek, dan saya ingin pastikan selama masa pandemi pemulihan ekonomi apakah bisa berjalan dengan baik khususnya di Kabupaten Belitung Timur.

“Bagaimana usaha kecil menengah di masyarakat tetap menjadi yang terdepan perekonomi Indonesia yakni 85% , sementara usaha yang besar-besar hanya menyerap tenaga kerja sebesar 15%. Saya katakan ini tidak bisa dipacu lebih kencang dan cuma omong kosong belaka,”ungkap Darmansyah.

Ia mengatakan, ekonomi di Bangka Belitung khususnya Belitung Timur sudah mulai bangkit tetapi jangan seperti judul lagu Layu Sebelum Berkembang, jadi harus berkembang terus.

Darmansyah mengakui sangat pahan dengan kondisi Beltim karena di sini dirinya banyak kenal kawan-kawan wartawan, dan LSM yang sering kasih informasi. “Kita semua adalah pelaku ekonomi, dan masyarakat selaku pelaku ekonomi juga yang harus juga meneraokan manajemen yang tepat,”ucapnya.

Lebih jauh Darmansyah mengatakan anggota DPD RI di setiap provinsi di wakili oleh 4 orang.

“Saya adalah wakil ketua, dan ketuanya dari Kalimantan sehingga keseimbangan tetap terjaga karena kita ingin negeri ini kuat sekaligus menjadi alat perejat untuk pemerataan pembangunan di daerah-daerah di Indonesia. Usaha pemerintah meratakan pembangunan dengan memindahkan ibukota negara di Kalimantan Timur, menurut saya itu upaya yang baik tapi makan waktu sangat panjang,” tutur Darmansyah.

Ia menegaskan, usaha pemulihan ekonomi yang dilakukan pemerintah tidak terjadi dengan sendirinya. Kita perlu upaya lebih keras lagi supaya pembangunan jadi merata di seluruh Indonesia. “Satu hal lagi saya ingin sampaikan bahwa saya anggota DPD RI yang membidangi ekonomi. Saya bukan di bidang pertambangan kalau saya ikut campur maka itu sudah melampaui kesepakatan,,”ujarnya.

Darmansyah mengungkapkan, bahwa di Beltim sekarang ini belum ada investor besar yang masuk, bupatinya harus bekerja keras bagaimana membenahi agar investasi bisa masuk selain yang bersumber dari dana daerah, bagaimana memberikan nilai tambah terhadap produk-produk membuat investasi itu lebih nilai ekonomis, itu yang perlu kita perjuangkan bersama-sama di bidang investasi”timpal Darmansyah.

Tampung Aspirasi Warga Manggar

Sementara, Baharan Ketua LSM LMP Cabang Beltim menyebutkan kondisi ekonomi Belitung Timur saat ini memprihatinkan, walaupun kita tidak nambang tapi kita masih tergantung ke penambangan. “Pak Darman bukan di bidang itu, mudah-mudahan beliau dengan gaya dan lobi tingkat tingginya bisa membantu pertumbuhan ekonomi Beltim,”ujarnya.

Baharan menambahkan, kemarin kita sama-sama memekarkan Belitung Timur, ternyata makin susah. Dulu masih camat pelabuhan itu masih bisa dilalui kapal di muara sungai Manggar tapi sekarang sudah jadi kabupaten malah jadi parah karena kapal tidak bisa masuk.

“Saya harap ke depan Pak Darman jadi gubernur, kita dukung habis”ujar Baharan.

Rahadian PJ Kades Kurnia Jaya mengemukakan bahwa salah cara meningkatkan pemulihan ekonomi di daera adalah memanfaatkan pekarangan rumah dan penggemukan sapi,hal ink bisa jadi pendapatan warga untuk ke depannya.

“Berkaiatan dengan alur kolong Bandung (Danau air Payau – red) perbatasan antara Desa Baru dengan Desa Kurnia Jaya, ini perlu dikawal bersama-sama,” usulnya.

Pasalnya menurut dia, pada saat surut kedalaman hanya 50 cm sehingga tidak dapat dilalui perahu nelayan. “Ini pernah diusulkan di tahun 2020 oleh 2 desa yaitu desa Baru dan desa Kurnia Jaya untuk membangun talud kiri kanan alur kolong Bandung tersebut. Bahkan pernah di survei dari tim dari provinsi Babel dan bertemu dengan masyarakat nelayan tapi belum juga terealisasikan sampai sekarang,”keluhnya kepada Pak Darmansyah Husein.

Sementara Khusnul Kholik, Kades Desa Baru viral karana keseharian berprofesi juru parkir inj juga berkesempatan menyampaikan usulannya terkait soal ketahanan pangan dengan sistem hidroponik.

” Tadinya penggemukan sapi itu ada di desa dan kota, dan itu tidak cocok dirubah dengan hidroponik. Kita usulkan sekarang keberadaannya di jalan penghubung antara kedua desa dengan jembatan penghubung di kedua desa yakni Desa Kurnia dan Desa Baru. Dii pantai Serdang abrasi 500 meter sudah makan pantai, sehigga bila tidak dibangun dengan cepat dikhawatirkan kawasan wisata pantai Serdang makin habis terkikis”pungkas Khusnul Khalik.

(Nizakaryadi)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *