Pemerintah Tetap Konsen Dalam Mendukung Program Presiden : Astacita Ketahanan Pangan – Swasembada Pangan

Belitung Timur, Kegiatan ini adalah bukti komitmen Bupati untuk meningkatkan  produksi padi demi swasembada beras nasional sekaligus menjaga ketahanan pangan dan stabilitas ekonomi daerah di Belitung Timur,
Sebagai penunjang dan lancarnya aliran air pada Irigasi petani, Pemerintah terus dengan ke berkelanjutan, pembangunan Drainase irigasi dan melakukan rehabilitasi pada pintu air, untuk itu pihak SNVT Propinsi Babel lakukan Sosialisasi terkait pembangunan irigasi

Usai acara Sosialisasi Pekerjaan Rehabilitasi Bangunan Pintu Air Drainase Irigasi (DI ) Selinsing yang berlangsung di balai Gapoktan danau nujau beberapa waktu lalu, Kepala SNVT Propinsi Babel Syaifudin saat diwawancara Media potret indonesia .com, inilah kutipannya :

Sosialisasi hari ini terkait apa saja pak ?

Syaifudin Kepala SNV T prop.Babel, :  Sosialisasi hari ini di laksanakan untuk menyampaikan kepada masyarakat petani yang ada di areal  Persawahan DI Selinsing, untuk mengetahui kegiatan- kegiatan yang akan dilaksanakan dengannya terhadap kegiatan ini nanti, agar bisa bersinergi.

Sekaligus menyampaikan bahwa  apa yang di bangun oleh Pemerintah agar bisa dimanfaatkan  dengan baik, dipelihara, dijaga agar bisa digunakan secara berkesinambungan,

Hari ini kita sosialisasi menyampaikan kepada bapak-bapak petani, bahwa kegiatan ini walaupun terjadi efisiensi tetapi Pemerintah masih tetap konsen dalam rangka mendukung Program Bapak Presiden Prabowo yaitu Astacita Ketahanan Pangan dalam rangka Swasembada Pangan.

Terkait dengan kondisi Drainase Irigasi saat ini,  itu bagaimana ?

Bahwa sebenarnya apapun yang dibangun  dengan nilai Milyaran Rupiah tentunya ada perawatan, perawatan itu la yang akan membuat bangunan itu awet, bangunan itu baik, tetapi lagi- lagi terbatas dana, sehingga tidak mungkin semuanya harus ditangani, tetapi ada skala prioritas.

Terkait dengan bangunan Drainase  Irigasi yang sudah rusak akibat tambang timah  sistim Rajuk, bagaimana ?

Ya.., itulah yang akan  kita mulai benahi sedikit demi sedikit ada pintu air yang harus kita rahab tetapi tentunya dengan skala prioritas yang sangat urgen sesuai dengan kebutuhan masyarakat petani.

Saat ini dikawasan Persawahan dikelilingi oleh tambang Inkonvensional ( TI)  Rajuk yang diduga ilegal, Itu bagaimana ?

Itu tergantung dengan kebijakan dan regulasi Pemerintah, kami tidak ada kekuatan apa-apa, karna itu masing- masing punya kewenangan, kami hanya berwenang ngurusin Irigasi agar bisa dimanfaatkan, tentu adanya pengaruh tambang timah kami tidak bisa berbicara apa-apa,  itu kebijakan Pemerintah dalam hal ini Pemda dan Pemerintah Pusat, 

Apakah Anda akan lapor ?

Tidak,. kami tidak sedang ingin mencampur adukan itu, itu bagian dari Kementerian lain, itu mungkin ada kebijakan tertentu, tapi  itukan ada kementerian lain atau lembaga atau Institusi lain yang punya kewenangan, sedangkan kami kewenangan pada Irigasi saja,” pungkasnya. ( Niza Karyadi )