by

Niat Busuk Notaris Indrayana Cs Ingin Kuasai Asset PT TPP Terbongkar

Usai melaporkan ES Alias KF ke Polres Tanjungpandan, Belitung atas kasus dugaan penggelapan sejumlah sertifikat lahan kavling milik PT Trisandi Putra Pratama (TPP), Iskandar Jodie selaku pemilik perusahaan kembali akan melaporkan Notaris Indrayana Heryanto, SH  M. Kn ke Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkumham). 

“Saya akan laporkan notaris Indrayana ke Menteri Hukum dan HAM  di Jakarta, dan meminta Menkumham mencabut ijin praktik notaris yang bersangkutan,” kata Iskandar Jodie dalam rilisnya pada potret-indonesia.com, Minggu, 27 Desember 2020.

Ketua LSM Komite Apresiasi dan Inovasi Belitung (Kredibel ) ini menilai, ada beberapa penyimpangan yang dilakukan Indrayana  selama melaksanakan tugasnya sebagai notaris di Tanjungpandan, Kabupaten Belitung, diantaranya bahwa Indrayana selaku notaris tidak bersikap netral. Ia justru berpihak ke pihak lain didalam penyelesaian ratusan Sertifikat Lahan Kavling  milik PT Trisandi Putra Pratama.

“Saya perlu sampaikan ini supaya publik paham tentang sepak terjang Indrayana selama menggeluti profesinya sebagai notaris,” ungkap Jodiie.

Tindakan culas Indrayana sebelumnya sudah terbaca ketika pada September 2020, dirinya bersama direktur PT TPP saat itu serta rekan lain mendatangi kantor Notaris Indrayana untuk mempertanyakan tentang keberadaan salinan Akta Jual Beli Perusahaan yang dilakukan oleh Direktur sebelumnya sakit dan di rawat di Rumah Sakit hingga akhirnya beliau meninggal duniai pada pertengan bulan Februari 2020.  Kala itu notaris Indrayana mengakui, bahwa Jual Beli tersebut batal, karena sesuatu dan lain hal. 

Tak puas dengan jawaban Indrayana, saya didampingi direktur PT.TPP kemudian  meminta salinan surat pembatalan jual beli namun Indrayana bilang tidak ada.” Bahwa semua itu dikembalikan kepada PT TPP yang direkturnya saat itu Ghewa Augustian paska direktur lama meninggal dunia,” ujar Indrayana.

Jawaban notaris Indrayana membuat Jodie kesal, dan dia pun lantas melayangkan somasi kepada direktur PT TPP pengganti Tris Hendarta (alm) pada awal Oktober 2020. Alasannya,  karena saya masih kuasa direksi pada saat terjadi take over perusahaan dan hingga sekarang ini tidak terjawab.

Tuhan tidak tidur, akhirnya rencana busuk notaris Indrayana dan kelompoknya ingin menguasai asset PT TPP terungkap dari nyanyian Ghewa Augustian selaku direktur PT TPP. Menurut Ghewa dirinya kerap diintimidasi  dan ditakut-takuti oleh Muslim Murhan(MM) dan Edy Sopyan alias ES yang notabane berkelompok dengan notaris Indrayana untuk menguasai aset PT TPP.  “Saya selaku pemilik sah aset perusahaan pengembang Perumahan Billiton Regency dengan luas 14.8 hektar, tidak mau menerima tindakan yang dilakukan oleh MM, ES dan Indrayana cs yang salah satunya mendesak saya untuk lakukan RUPS ulang untuk lengserkan Pak Jodie dari direktur PT TPP, “beber Ghewa.

Kantor notaris Indrayana

Gelar RUPSLB 

Tidak butuh waktu yang lama, setelah dilakukan dialog secara kekeluargaan dengan direktur dan komisaris dan  PT ahli waris perusahaan, maka disepaktilah untuk menggelar Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) di Palembang, 21 Oktober 2020. Hasil rapat menetapkan Iskandar Jodie selaku Direktur PT. TPP yang baru.

“Mungkin pihak ahli waris perusahaan  beranggapan saya lebih mampu, lebih cakap, lebih layak mengatasi masalah di perusahaan,”ungkap Jodie.

Jodie mengatakan, di awal masa kepemimpinannya di PT TPP,  notaris Idrayana kembali melancarkan aksi jahat dengan mengatakan “kenapa harus Pak Jodie, dan apa tidak ada orang lain untuk jadi direktur PT TPP” kepada Ghewa Augustian (selaku komisaris sekarang).  “Tdak pantas seorang notaris Indrayana  berujar seperti itu, dia harusnya netral dan tidak campur urusan perusahaan orang lain,” tandas Jodie.

Menurut Jodie, cara-cara kotor notaris Indrayana ini menciderai profesi notaris di republik ini, kita harus berani lawan.

Agar roda perusahaan tetap berputar,  Jodie pun mengeluarkan surat Nomor :  002/tpp/xi/2020, Tanggal 2 November 2020, Perihal : Pemberitahuan kepada Notaris Indrayana untuk tidak melakukan upaya hukum apapun terhadap seluruh Sertifikat atas nama PT. TPP.  Termasuk diantaranya Sertifikat Hak Bank BTN, karena pihak Bank BTN hingga sekarang belum juga mau menjawab surat dari saya terkait permasalahan PT TPP.

Penulis : Waluyo

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *