Belitung Timur, Ketua Gabungan Kelompok Tani ( Gapoktan ) Mufakat Danau Nujau Lizar Susanto mengatakan kami sebagai petani merasa bingung, terkadang ini lahan Persawahan sementara pihak PT.Timah mengklem bahwa ini IUP- nya, jadi jika dihapapan dengan masalah ini jadi bingung
Demikian yang disampaikan Ketua Gapoktan Mufakat Lizar Susanto kepada media potret indonesia.com usai acara Sosialisasi Pekerjaan Rehabilitasi Pintu Air Irigasi DI Selinsing yang bertempat di Balai Pertemuan Gapoktan danau nujau Desa Gantung Kecamatan Gantung Belitung Timur beberapa waktu lalu.
Lizar menyampaikan Sosialisasi ini sangat baik dan selama ini petani mengalami masalah air suatu saluran irigasi tidak dapat dimanfaatkan, karena selama ini irigasi itu rusak dan tidak berfungsi sama sekali,
” Sehingga menurutnya pada saat musim tanam, memang ada irigasi yang aktif yang biasa dialiri kesawah dan selebihnya ada yang rusak berat jadi itulah kendalanya,” ujar Lizar


Menurut Lizar, bagaimana irigasi mau berfungsi dan efisien dalam sistim irigasinya untuk kebutuhan air para petani, jika Drainase irigasinya rusak dan air terhambat mengalir,
” Rusaknya Drainase yang yang sudah cukup lama dibangun oleh pemerintah, dengan habiskan dana ratusan Milyaran rupiah, hal ini diduga akibat dari tambang timah ilegal yaitu tambang timah Rajuk,
” ini menurutnya lemahnya pengawasan dan pembiaran dari instansi terkait,” jelasnya
Lizar menambahkan dengan adanya sosialisasi ini kami petani sangat mendukung dan membantu untuk keberlangsungan aktivitas. Di Danau Nujau
Menyinggung banyaknya tambang timah baik itu sistim Rajuk maupun dengan istilah TI Suntik, Ia berharap Pemerintah harus konsisten dengan aturan- aturan yang berlaku,
” Kalau lah ini di jadikan lahan persawahan, tolonglah tambang- tambang timah tersebut tidak di izinkan, ini tugasnya Pemerintah Daerah,” sebut Lizar
Soalnya jujur pak,” ungkap Lizar, kami sebagai petani disini merasa bingung terkadang lahan persawahan dan terkadang pihak PT. Timah mengklem bahwa ini IUP – nya ! Jadi petani dihadapan masalah, jadi bingung,” tutup Lizar. ( Niza Karyadi )
