Forkopimda Turun Tangan Damaikan Pertikaian Aktivis Lingkungan Yudi Amsoni dengan Penambang Timah

Daerah62 views

BELITUNG TIMUR. Pasca penyerbuan ratusan massa dari masyarakat Tambang Inkonvensional (TI) di rumah kediaman aktivis lingkungan Yudi Amsoni di Kecamatan Damar, Kabupaten Belitung Timur, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung pada Kamis 6 Januari 2022, Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (FORKOPIMDA) pun bergerak cepat guna mencegah terjadinya keributan.

Diinisiasi oleh Kapolres Belitung Timur Ajun Komisaris Besar Polisi Taufik Noor Isya, Bupati Burhanuddin, Ketua DPRD, Kajari Belitung Timur Abdur Kadir, Yudi Amsoni serta pengacara dan seorang penambang bernama Nur Amin alias Aminor yang sempat bentrok di kediaman Yudi berkumpul bersama di Mapolres Belitung Timur, Jumat 8 Januari 2022 dengan agenda acara jumpa pers terkait peristiwa penyerbuan kemarin.

Dihadapan pengurus Forkopimda dan kedua pihak yang sedang bertikai,
Kapolres Belitung Timur AKBP Taufik Noor Isya minta agar permasalahan ini segera dituntaskan. “Kita selesaikan secara terang benderang, jangan sampai ada nanti muncul prasangka maupun opini yang tidak benar atas kejadian tersebut,” tegasnya.

Forkopimda, lanjut Kapolres Taufik Noor Isya menindaklanjuti kasus penyerbuan ratusan massa di rumah aktivis lingkungan Yudi Amsoni dengan mengundang kedua pihak yang sedang bertikai yaitu Yudi Amsoni dan Nur Amin untuk meminta kepada mereka berdua untuk segera hentikan pertikaian supaya tidak muncul isu yang lebih tajam hingga mengakibatkan perpecahan di Beltim khususnya dan umumnya Bangka Belitung.

‘Kita tidak bicara siapa yanh salah, dan siapa yang benar. Karena dari peristiwa ini keduanya sudah pasti ada salah maupun ada yang benar,”ungkap Kapolres Beltim Taufik Noor Isya kepada wartawan, Jumat malam (8/1).

Senada, Bupati Belitung Timur Burhanudin mengajak kepada seluruh masyarakat tetap menjaga kerukunan, kedamaian dan kondusifitas di Beltim.

“Saya minta kepada warga untuk berhati – hati menggunakan medsos, gunakan medsos secara bijak. Karena dampak dari penggunaan medsos yang sembrono dapat menimbulkan keonaran hingga perpecahan antar warga masyarakat di daerah,” tegasnya.

“Mari kita bersama jaga keamanan, ketertiban dan kedamain daerah pada situasi Covid-19 yang masih memprihatinkan ini. Kita harus menghormati kita harus maju harus kompak, terima kasih bang Yudi bang Nur dimana masing-masing menyadari, mari berhati hati mengunakan medsos,’imbuh Bupati Burhanuddin.

Di acara jumpa pers di Mapolres Belitung Timur baik Yudi Amsoni maupun Nur Amin tampak saling berjabat tangan untuk bermaaf-maafan samb mengepal tangan dengan salam komando. ” Kami berdua juga mohon maaf kepada Bapak Bupati, Bapak Kapolres, Bapak Kajari dan Bapak Ketua DPRD dan seluruh warga masyarakat di Kabupaten Beliting Timur atas kejadian kemarin yang telaj mengusik ketentraman banyak orang,”ujar keduanya kompak.

Ratusan Massa Geruduk Rumah Aktivis Lingkungan Yudi Amsoni

Sekedar informasi, pada Kamis 7 Januari 2022, ratusan massa yang mengatasnamakan dari kelompok penambang TI menyerbu kediaman aktivis lingkungan Yudi Amsoni di Kecamatan Damar, Kabupaten Belitung Timur.

Para penambang diduga tidak suka langkah Yudi yang kerap protes terhadap penambangan ilegal yang dianggap merusak lingkungan.

Yudi yang juga anggota Forum Daerah Aliran Sungai (FORDAS) Belitung Timur mengatakan peristiwa yang menimpanya terjadi akibat postingannya yang di Facebook lima hari lalu.

“Saya sempat posting pernyataan Kapolda Bangka Belitung akan memberantas tambang ilegal di kawasan hutan lindung dan sungai. Saya juga nge-tag Kapolres Belitung Timur dan Bupati agar tidak tutup mata,” ujar Yudi dilansir dari Tempo, Kamis, 6 Januari 2021.

Yudi menuturkan tidak lama setelah unggahan itu petugas datang merazia lokasi tambang ilegal. “Lalu dipicu oleh oknum, mereka ramai-ramai mendatangi kediaman saya. Mereka menuduh saya yang membuat laporan ke polisi. Padahal saya hanya menyuarakan soal lingkungan. Ini kejadian kedua. Tahun lalu lebih dua ratus orang penambang juga mendatangi rumah saya,” ujar dia.

Meski mendapat persekusi dan diintimidasi, Yudi menuturkan tidak gentar. Dia mengaku menyerahkan proses selanjutnya kepada pihak Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Kubi Belitung Timur.

“Apa upaya mereka saya ikut saja karena kurang paham masalah hukum. Saya sudah empat tahun berjuang soal lingkungan. Ini jalan saya menyuarakan lingkungan yang masih tersisa,” ujar dia.

Pengacara Publik LBH Kubi Belitung Timur Cahya Wiguna mengatakan akan mendampingi Yudi. Namun sejauh ini, kata dia, belum ditentukan langkah apa yang akan diambil.

“Kami mendukung semangat Bang Yudi terkait perjuangannya menjaga kelestarian lingkungan. Kita belum sampai membuat laporan polisi. Kalau perlindungan pribadi, kita berkoordinasi dengan pihak terkait. Kita juga yakin polisi disini masih objektif terkait keamanan,” ujar dia.

Kapolres Belitung Timur Ajun Komisaris Besar Taufik Noor Isya mengakui pemicu kejadian tersebut karena polisi merazia tambang timah ilegal di kawasan tersebut.

“Mungkin semua emosi. Namanya orang lagi cari makan dan hidup di situ jadi spontanitas. Tapi kami sudah mengamankan dan menjaga agar massa tidak anarkis. Untuk proses hukum kita lihat nanti karena masih perlu penyelidikan. Kalau perlindungan korban, kita terus monitor dan situasi masih kondusif,” ujar Kapolres. (kar/tb)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *