Belitung Timur, Desa Lintang gelar Festival budaya permainan yang menghilang selama 50 tahun, kini diangkat kembali budaya tersebut, acara yang berlangsung dilapangan bola Desa Lintang ( 6-12-2025 )
Acara yang dibuka oleh Wakil Bupati Khairil Anwar pada Jum’at (5-12-2025 ) yang menampilkan berbagai budaya dan lomba di antaranya : lomba masak, lomba gasing terenang (lintang), lomba Bulud, Lomba tarik Upe, lomba pilak ketangin, lomba tuju kumbek, Lomba Berangkup, lomba tong-tong Karet.
Kepala Desa Lintang Mahmuda melalui Sekdes Yanta menyatakan bahwa kegiatan ini sebagai ajang mengangkat budaye Desa Lintang dan kearifan lokal, tradisi yang pernah hilang dan aksi yang memunculkan kembali tradisi yang pernah dilakukan 50 tahun lalu

Sepintas cerita tentang Gasing pada masa lalu dimain pada musim penebasan saat mau melakukan pembukaan lahan untuk be Ume( bekebun) dan dulunya ada yang disebut Tuk Gasing,” Ujar Yanta
Ia menyebutkan, bahwa tradisi dan kearifan lokal dapat menjadi daya tarik yang memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat, selama dikelola dengan tetap mempertahankan nilai-nilai aslinya, Pelestarian budaya bukan hanya tentang menjaga masa lalu, dan bagaimana mempersiapkan untuk masa depan, kita ingin budaya menjadi kekuatan sosial sekaligus daya tarik wisata yang membawa manfaat bagi warga,” ungkapnya
Kepala Desa berharap, dengan adanya aksi dalam festival ini diharapkan masyarakat setempat tetap melestarikan budaya, ini sebagai identitas budaye desa lintang
” Kolaborasi antara pelaku budaya dan masyarakat dapat terus diperkuat sehingga Desa menjadi modern tetapi tetap berakar pada nilai-nilai lokal,’ dengan kebersamaan, budaya kita akan terus hidup dan berkembang,” pungkas Yanta ( Niza Karyadi )
